
(AsiaGameHub) – Pengadilan Kehakiman Eropa (ECJ) telah menyatakan bahwa pengadilan dapat mempertimbangkan undang-undang perlindungan perjudian Malta dan undang-undang serupa ketika memutuskan apakah perlu mengunci aset secara mendesak. Namun, pengadilan tidak sampai menyatakan undang-undang kontroversial tersebut ilegal.
Putusan Terkait dengan Kasus Perjudian
Keputusan tersebut diambil oleh Kamar Keempat ECJ dan dipicu oleh perselisihan antara pemain Austria dan operator terdaftar di Malta. Pemain yang disebut TQ kehilangan jumlah lima angka ke platform perjudian Mr Green’s beberapa tahun yang lalu dan kemudian berusaha memulihkan kerugiannya. Keluhan TQ menegaskan bahwa karena Mr Green tidak memiliki lisensi Austria pada saat itu, taruhan tersebut batal.
Meskipun pengadilan Austria berpihak pada TQ, uang tersebut tetap tidak dibayar, mendorong penggugat untuk meminta Perintah Pelestarian Rekening Eropa untuk mengunci rekening Mr Green di seluruh negara anggota EU. Sebagai konteks, Mr Green memiliki rekening di Irlandia, Luxemburg, Malta, dan Swedia.
Akibatnya, ECJ harus memutuskan apa yang dapat dipertimbangkan oleh pengadilan nasional ketika menentukan apakah ada alasan yang cukup atau urgensi untuk mengeluarkan perintah semacam itu.
ECJ Menyatakan Bahwa Undang-Undang yang Menghalangi Klaim Penguncian Aset Adalah Faktor yang Perlu Dipertimbangkan
Setelah memeriksa masalah tersebut, ECJ menyatakan bahwa perilaku masa lalu debitur dan keberadaan undang-undang yang dapat menghalangi klaim penguncian aset keduanya adalah hal yang harus dipertimbangkan oleh pengadilan. Sebagai referensi, Malta memiliki undang-undang yang melindungi operator lokal dari tanggung jawab di pasar asing.
Karena itu, penggugat sebelumnya menyatakan bahwa Mr Green mungkin akan memindahkan aset ke Malta untuk melindunginya dari penguncian.
Ini adalah perkembangan penting, terutama untuk kasus yang dimaksud, karena kemampuan Mr Green untuk memindahkan asetnya ke pasar di mana aset tersebut akan dilindungi sekarang dapat diinterpretasikan sebagai alasan untuk penguncian aset.
Namun, pertempuran hukum antara TQ dan Mr Green belum berakhir. Dengan mempertimbangkan keputusan ECJ baru, keputusan apakah akan mengambil tindakan lebih lanjut berada di tangan pengadilan Austria.
Artikel ini disediakan oleh penyedia konten pihak ketiga. AsiaGameHub (https://asiagamehub.com/) tidak memberikan jaminan atau pernyataan apa pun terkait isinya.
Kategori: Berita Terkini, Pembaruan Umum
AsiaGameHub menyediakan layanan distribusi iGaming yang ditargetkan untuk perusahaan dan organisasi, dengan menghubungkan lebih dari 3.000 media premium di Asia dan lebih dari 80.000 influencer spesialis. Platform ini menjadi jembatan utama untuk distribusi konten iGaming, kasino, dan eSports di seluruh kawasan ASEAN.
